PJS Kecam Penangkapan Empat Jurnalis Indonesia dalam Misi Kemanusiaan Gaza

Daftar Isi
Sekjen DPP PJS Abdul Rasyid Zaenal mengecam penangkapan empat jurnalis Indonesia dan relawan kemanusiaan dalam misi Gaza

Sekretaris Jenderal DPP Pro Jurnalismedia Siber (PJS), Abdul Rasyid Zaenal, mengecam dugaan penangkapan empat jurnalis Indonesia dan satu relawan kemanusiaan oleh tentara Israel saat mengikuti misi Global Sumud Flotilla 2026 menuju Gaza.

MATARAM, NTB – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Pro Jurnalismedia Siber (DPP PJS), Abdul Rasyid Zaenal, mengecam keras dugaan penangkapan lima warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 menuju Gaza, Palestina.

Lima WNI tersebut terdiri dari empat jurnalis dan satu relawan kemanusiaan yang dilaporkan ditangkap oleh tentara Israel saat berada di perairan internasional.

Empat Jurnalis dan Relawan Indonesia Ditangkap

Empat jurnalis yang terlibat dalam misi itu yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo, serta Rahendro Herubowo yang merupakan kontributor iNews TV. Sementara satu relawan lainnya adalah Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat.

"Kami dari DPP PJS mengecam keras tindakan tentara Israel terhadap empat jurnalis dan satu relawan Indonesia tersebut," kata Abdul Rasyid Zaenal dalam keterangan resmi kepada media ini, Selasa (19/5/2026).

Pria Lombok yang akrab disapa Rasyid itu menilai tindakan yang dilakukan Tentara Israel terhadap para jurnalis dan relawan tersebut merupakan persoalan serius karena terjadi di wilayah perairan internasional yang tunduk pada aturan hukum internasional.

Pembebasan Segera Jadi Tuntutan

Menurutnya, apabila benar terjadi penangkapan atau penahanan di wilayah tersebut, tindakan itu tidak dapat dibenarkan dan harus mendapat perhatian serius dari komunitas internasional.

"Pembebasan segera menjadi tuntutan yang mutlak harus dipenuhi," tegasnya.

Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026

Kelima WNI itu merupakan bagian dari rombongan pembawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza melalui misi Global Sumud Flotilla 2026. Misi tersebut melibatkan sejumlah kapal yang membawa relawan dari berbagai negara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sedikitnya 10 kapal dilaporkan ditangkap militer Israel di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur, pada Senin (18/5/2026).

Tercatat ada sembilan relawan asal Indonesia yang bergabung dalam misi tersebut. Dari jumlah itu, lima orang dikonfirmasi telah ditangkap, terdiri dari empat jurnalis dan satu relawan dari Rumah Zakat.

Perlindungan Jurnalis Jadi Sorotan

Pernyataan DPP PJS turut menyoroti pentingnya perlindungan terhadap jurnalis yang menjalankan tugas peliputan dalam misi kemanusiaan maupun wilayah konflik.

Penangkapan terhadap jurnalis di wilayah perairan internasional dinilai menjadi isu serius yang menyangkut kebebasan pers, keselamatan pekerja media, serta penghormatan terhadap hukum internasional.

DPP PJS mendesak agar seluruh WNI yang ditahan segera dibebaskan dan mendapatkan perlindungan sesuai ketentuan hukum internasional yang berlaku.

Kasus ini menjadi sorotan serius terkait keselamatan jurnalis Indonesia dalam menjalankan tugas kemanusiaan dan peliputan di wilayah konflik internasional.

Penulis: Hadi | lombokepo
Editor: Tim Redaksi lombokepo

Lombokepo
Lombokepo Lombokepo – Media Online Nusa Tenggara Barat

Posting Komentar

Info Redaksi: Lombokepo menerima kiriman artikel dan rilis berita kerja sama. Naskah akan dikurasi secara profesional oleh tim redaksi kami guna memenuhi standar kualitas konten digital dan kenyamanan pembaca. Hubungi redaksi untuk kemitraan publikasi.