Profil Tokoh NTB: Dr. Buya Muhammad Subki Sasaki, M.H.

Daftar Isi
Dr. Buya Muhammad Subki Sasaki, M.H. Ketua FKUB NTB

Dr. Buya Muhammad Subki Sasaki, M.H., tokoh intelektual NTB yang konsisten menyuarakan harmoni keagamaan. (Foto: Istimewa untuk Lombokepo)

Dr. Buya Muhammad Subki Sasaki, M.H.: Menenun Harmoni, Membela Kemanusiaan di Bumi Gora

LOMBOKEPO, MATARAM -Di tengah dinamika sosial keagamaan di Nusa Tenggara Barat (NTB), sebuah wilayah yang dikenal dengan akar religiusitasnya yang kuat, sosok pemuka agama sering kali menjadi kompas moral bagi masyarakat. Namun, di antara jajaran tokoh tersebut, muncul figur Dr. Buya Muhammad Subki Sasaki, M.H., seorang intelektual yang tidak hanya duduk tenang di balik meja perpustakaan atau di atas mimbar ceramah. Bagi beliau, agama dan ilmu pengetahuan adalah instrumen nyata untuk menjawab tantangan kemanusiaan.

Panggilan akrab beliau adalah BUYA. Nama sapaan ini telah melekat sejak tahun 2004, bukan baru hari ini. Penggunaan nama tersebut merupakan bagian dari koreksi sosial beliau; dalam pengamatan beliau saat ini, banyak orang dipanggil "Tuan Guru" tetapi belum memenuhi syarat standar normatif keilmuan. Oleh karena itu, beliau memilih untuk dipanggil "Buya" saja.

Dalam sebuah komunikasi personal baru-baru ini, Buya Subki mengungkapkan esensi dari seluruh gerakannya selama ini dengan kalimat yang sarat makna:

"Ngiring tiang fokus dan konsen sejak dulu di issue-issue ilmu pengetahuan dan kemanusiaan. Pembela kaum minoritas, hak asasi kemanusiaan, dan harmoni keagamaan."

Pernyataan ini bukan sekadar retorika. Ini adalah manifestasi dari perjalanan hidup yang panjang, mulai dari masa kecil di Kuripan hingga menimba ilmu di jantung kota suci Madinah.

I. Akar Identitas dan Fondasi Kehidupan

Lahir di Pelulan pada 16 Juni 1976, Buya Subki tumbuh dalam lingkungan yang kental dengan nilai-nilai kearifan lokal Sasak. Kediaman dan pusat aktivitasnya tetap berada di Kuripan, Lombok Barat, sebuah wilayah yang menjadi saksi transformasinya dari seorang santri menjadi seorang doktor.

Yang unik dari Buya adalah mengalirnya dua darah dalam nadinya. Dari garis bapak, mengalir darah seni dan budaya; kakek dan datok beliau adalah seorang pujangga penulis sastra takepan Sasak, penembang lontar, Pembayun adat Sasak, penari Sasak, dan penabuh gamelan. Sementara dari garis ibu, mengalir darah santri; kakek dan datoq beliau adalah santri alumni pertama Islahuddiny Kediri.

Profil Pribadi dan Identitas Publik

Kategori Informasi Detail
Nama Lengkap Dr. Buya Muhammad Subki Sasaki, M.H.
Tempat, Tanggal Lahir Pelulan, 16-06-1976
Agama Islam
Status Kawin/Nikah
Alamat Rumah Jln. Pramuka No.15B Pelulan, Kuripan Utara, Kuripan, Lombok Barat
Alamat Kantor Jln. Pramuka No.25B Pelulan, Kuripan Utara, Kuripan, Lombok Barat
Alamat E-mail ponpesnurulmadinah@gmail.com

II. Pengembaraan Intelektual: Antara Tradisi dan Modernitas

Pendidikan bagi Buya Subki adalah sebuah pengembaraan tanpa henti. Perjalanan akademisnya mencerminkan perpaduan unik antara spiritualitas pesantren dan kedisplinan ilmu modern.

  • Pendidikan Dasar & Menengah: Dimulai dari SDN 1 Kumbung (1982-1988), berlanjut ke MTs Al-Islahuddiny (1988-1991), dan MA Al-Islahuddiny (1991-1994) di Lombok Barat.
  • Masa di Madinah: Beliau menempuh pendidikan di Perguruan Madinah Munawarah (Makhad al-Jufry) selama kurun waktu 1994-2003. Pengembaraan menuntut ilmu di kota Madinah ini sangat luar biasa; ada sekitar 40 orang ulama tempat beliau belajar, mencakup ulama mazhab Hanafi, Maliki, Syafi'i, Hambali, bahkan Syiah. Hal ini menjadikannya memiliki cara pandang yang sangat luas dalam isu keagamaan dan sosial.
  • Jenjang Akademik Nasional: Sekembalinya ke tanah air, beliau menyelesaikan:
    • S1 STIT Nurul Hakim (PAI): Lulus tahun 2018.
    • S2 UIN Mataram (Hukum Islam): Lulus tahun 2017.
    • S3 UIN Mataram (Pendidikan Agama Islam): Lulus tahun 2023.

Puncak akademis beliau ditandai dengan disertasi berjudul "Rekonstruksi Gelar Tuan Guru". Karya ini bukan sekadar syarat kelulusan, melainkan sebuah kritik sosiologis sekaligus upaya pemurnian peran tokoh agama di tengah masyarakat Lombok modern.

III. Kepemimpinan dan Advokasi: Suara untuk yang Terpinggirkan

Kiprah Buya Subki di organisasi sangat multidimensional. Beliau tidak membatasi diri pada urusan menara gading atau mimbar masjid semata. Fokusnya pada isu minoritas dan hak asasi manusia menjadikannya sosok yang dihormati lintas kalangan.

Kiprahnya dalam menjaga kerukunan antarumat beragama telah diakui di tingkat nasional. Pada tahun 2014, beliau dinobatkan oleh Majalah Tempo sebagai salah satu tokoh pemersatu bangsa. Tak hanya itu, pada tahun 2016, beliau juga diundang sebagai narasumber dalam program Kick Andy berkat konsistensinya membela keharmonisan lintas agama.

Jabatan dan Pengalaman Organisasi

  • Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Madinah: Menjadi pengabdian utama dalam mencetak generasi muda yang moderat.
  • Ketua FKUB Provinsi NTB (2022-2027): Memimpin upaya dialog antarumat beragama di level provinsi.
  • Ketua FKUB Kab. Lombok Barat (3 Periode): Membuktikan kepercayaan publik yang panjang atas kemampuannya merajut kerukunan.
  • Ketua Bidang Islam, Budaya dan Gender LBH APIK NTB: Terlibat aktif dalam isu perlindungan hak perempuan dan gender.
  • Pendiri dan Ketua Lembaga Peduli Lintas Agama NTB (LPLA-NTB): Wadah khusus untuk advokasi toleransi.
  • Ketua Dewan Pendidikan (2014-Sekarang): Berkontribusi aktif dalam perbaikan sistem pendidikan daerah.
  • Mufti Adat Sasak di Majeda Adat Sasak NTB: Menjaga marwah hukum adat agar tetap selaras dengan nilai Islam.
  • Pendiri KERAK (Komite Rakyat Anti Kekerasan): Wujud nyata dari konsentrasi beliau pada perlindungan Hak Asasi Manusia.
  • Wakil Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kab. Lombok Barat: Menunjukkan kecintaannya pada pelestarian nilai lokal.
  • Ketua Divisi Fatwa MUI Kab. Lobar: Memberikan panduan hukum Islam yang aplikatif bagi masyarakat.

IV. Sang Penulis Produktif: Mengikat Makna dalam Tulisan

Buya Subki memahami bahwa suara bisa hilang ditelan waktu, namun tulisan akan abadi. Beliau telah melahirkan lebih dari 20 karya buku yang mencakup berbagai disiplin ilmu. Dalam komunikasi pribadinya, beliau menekankan bahwa fokus kajian ilmu pengetahuannya adalah pada seni dan budaya serta kajian perbedaan mazhab.

Daftar Karya Literasi Pilihan

No Judul Buku / Karya Kategori Bahasa / Tema
1Tuhfatul MuridBahasa Arab
2Nazam Alfiyah Sasaki dalam ilmu hadits dan Ushul SunnahBahasa Arab
3Almfahim aliyah fi ulum aqliyahBahasa Arab
4Nazam Al-Syajarah Fi-Alsirah NabawiyahBahasa Arab
5Buah Kurma Sejarah dan FadilahnyaSejarah
6Menggagas Wacana Islam DialogisPemikiran Modern
7Metodologi Sistem Halaqah Ilmiyah dalam Pendidikan IslamPendidikan (Skripsi)
8Sullam muyassar fi tauhidBahasa Arab
9Telaah Nikah Online (Tesis)Hukum Kontemporer
10Rekonstruksi Gelar Tuan Guru lombok (Disertasi)Sosiologi Agama
11Alamani almardiyah fil qawaid fikhiyahHukum Islam
12Lutfun lamsi fi falsatin nafsiFilsafat

V. Filosofi Kemanusiaan: Agama sebagai Jembatan

Bagi Buya Subki, harmoni bukan berarti semua orang harus menjadi sama. Harmoni adalah ketika setiap perbedaan mazhab, ideologi keagamaan, dan latar belakang budaya bisa duduk di satu meja tanpa rasa takut. Melalui posisinya sebagai pengisi tetap di RRI (Kajian Ilmu Hadits), Lombok TV (Mimbar Islam), Islamic Center Hubbul Wathan, dan menjadi narasumber di beberapa seminar, beliau terus menyuarakan Islam yang ramah dan inklusif.

Beliau adalah pembela sejati bagi kaum minoritas. Di mata beliau, setiap individu memiliki hak asasi yang harus dijunjung tinggi tanpa memandang status sosial atau keyakinan. Semangat inilah yang menjadikannya sebagai salah satu tokoh sentral dalam menjaga stabilitas sosial keagamaan di NTB.


Kesimpulan

Dr. Buya Muhammad Subki Sasaki, M.H. adalah representasi langka dari seorang tokoh yang mampu menyeimbangkan tradisi pesantren dengan kebutuhan zaman modern. Melalui puluhan buku, kepemimpinan di FKUB, serta keterlibatannya dalam gerakan anti-kekerasan, beliau terus membuktikan bahwa pengabdian terbaik adalah pengabdian yang memanusiakan manusia.

Bumi Gora patut berbangga memiliki sosok seperti beliau—seorang penjaga harmoni yang menggunakan ilmu pengetahuan sebagai senjatanya untuk membela keadilan dan kedamaian. Beliau tidak hanya menulis sejarah melalui tinta di atas kertas, tetapi juga melalui langkah nyata di tengah masyarakat.


Baca juga:


Penulis: Hadi | Lombokepo
Editor: Tim Redaksi Lombokepo

Lombokepo
Lombokepo Lombokepo – Media Online Nusa Tenggara Barat

Posting Komentar

Info Redaksi: Lombokepo menerima kiriman artikel dan rilis berita kerja sama. Naskah akan dikurasi secara profesional oleh tim redaksi kami guna memenuhi standar kualitas konten digital dan kenyamanan pembaca. Hubungi redaksi untuk kemitraan publikasi.