Ultah ke-27 PSN NTB: 108 Pemangku Gelar Doa Bersama
Ketua Panitia Kegiatan, Ida Bagus Krishna Wira Utama (kiri), bersama Ketua Korwil PSN NTB, I Gusti Putu Kaler Marjana (kanan), di sela-sela pelaksanaan puja bersama umat Hindu di Lombok Barat.
LOMBOK BARAT, NTB – Sebanyak 108 Pemangku dari Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Nusa Tenggara Barat (NTB) berkumpul di Pura Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat pada Rabu (27/05/2026). Kehadiran para pemuka agama Hindu ini dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) PSN ke-27 sekaligus menggelar puja dan doa bersama demi kedamaian umat menuju visi “NTB Hebat, Makmur, Mendunia”.
Kegiatan doa bersama berlangsung khidmat di halaman utama Pura Gunung Sari dengan diikuti pemangku dari berbagai daerah di Lombok, NTB.
Dharmayatra PSN DKI Jakarta di Lombok Perkuat Harmoni Umat
Rangkaian Kegiatan HUT PSN ke-27 di NTB
Ketua Panitia Kegiatan, Ida Bagus Krishna Wira Utama, didampingi Ketua Korwil PSN NTB, I Gusti Putu Kaler Marjana, menjelaskan bahwa ritual puja bersama tersebut merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang telah berlangsung selama satu bulan penuh.
Terdapat tiga agenda utama yang sukses dilaksanakan oleh kepanitiaan dan pengurus Korwil PSN NTB:
Agenda Kegiatan PSN NTB
- 10 Mei 2026: Dharmatula atau Focus Group Discussion (FGD) di Aula IAHN Gde Puja Mataram yang dihadiri 108 pemangku.
- 17 Mei 2026: Aksi Eko-Teologi berupa kegiatan penghijauan dan pelestarian alam di Pura Ulun Suwi Sesat, Lombok Barat.
- 27 Mei 2026: Puncak perayaan berupa puja dan doa bersama 108 pemangku di Pura Gunung Sari, Lombok Barat.
“Puncak kegiatan hari ini adalah puja bersama atau doa 108 pemangku melakukan pemujaan bersama menentramkan mohon kedamaian,” ujar Ida Bagus Krishna Wira Utama.
Ia menambahkan, perayaan tahun ini mengusung tema “Tingkatan kebersamaan dalam sevanam, dasyanam lan lascarya untuk NTB hebat, makmur mendunia.”
Sejarah Singkat dan Perkembangan Organisasi PSN
Dalam kesempatan yang sama, Ketua PSN NTB, I Gusti Putu Kaler Marjana, memaparkan sejarah singkat berdirinya organisasi para pinandita tersebut.
- Tahun 1999: PSN pertama kali terbentuk di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi).
- Integrasi di NTB: Sebelum resmi menjadi PSN, para pemuka agama Hindu di NTB bernaung di bawah Himpunan Pemangku Pinandita (HPP) sebelum akhirnya melebur menjadi bagian dari PSN nasional.
Struktur Organisasi PSN
Untuk memudahkan koordinasi organisasi, PSN membagi struktur kepengurusan menjadi tiga tingkatan utama:
- Pusat – Pengurus tingkat nasional yang berada di wilayah Jabodetabek.
- Korwil (Koordinator Wilayah) – Pengurus tingkat provinsi.
- Korda (Koordinator Daerah) – Pengurus tingkat kabupaten/kota.
Kekuatan Anggota dan Peran Spiritual Pemangku
Saat ini, kepengurusan PSN di NTB telah berkembang pesat dan tersebar di 8 kabupaten/kota di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.
“Jadi PSN di NTB terdiri dari 8 Korda yang tersebar di Lombok dan Sumbawa, total keseluruhan anggota kami saat ini mencapai 706 orang,” jelas I Gusti Putu Kaler Marjana.
Ia menegaskan bahwa pengabdian seorang pinandita atau pemangku memiliki tanggung jawab spiritual yang sakral. Tugas utama anggota PSN adalah menjaga kesucian pura serta menjadi perantara spiritual dalam meneruskan doa-doa umat kepada Sang Hyang Widhi Wasa.
Penulis: Hadi | Lombokepo
Editor: Tim Redaksi Lombokepo
Posting Komentar