BBPOM Mataram Bekali UMKM NTB soal Standar Keamanan Pangan

Ratusan peserta dari KWT, UMKM, penyuluh pertanian, dan petani mengikuti bimbingan teknis keamanan pangan yang disampaikan BBPOM di Mataram dalam program ICARE di Lombok Tengah, Kamis (25/6/2026).
LOMBOK TENGAH (Lombokepo) – Sebanyak 235 pelaku UMKM dan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Lombok Tengah mendapatkan pembekalan mengenai standar mutu dan keamanan pangan dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram melalui program ICARE, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan yang digelar Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Nusa Tenggara Barat tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku usaha dan kelompok masyarakat mengenai penerapan keamanan pangan untuk mendukung pengembangan produk lokal yang aman, bermutu, dan berdaya saing.
Baca Juga: Kepala BBPOM Mataram Bagikan Strategi Cek Kosmetik Ilegal
BBPOM Mataram Beri Edukasi Keamanan Pangan kepada 235 Peserta
Kepala BBPOM di Mataram, Yogi Abaso Mataram, hadir sebagai narasumber dengan materi mengenai penerapan standar mutu dan keamanan pangan pada usaha pangan olahan. Ia menjelaskan bahwa pengawasan kualitas produk tidak hanya dilakukan pada tahap akhir, tetapi harus dimulai sejak pemilihan bahan baku hingga produk didistribusikan kepada konsumen.
Selain membahas proses produksi yang aman, peserta juga diberikan pemahaman terkait penerapan higiene dan sanitasi, ketentuan pelabelan produk pangan olahan, serta pentingnya legalitas usaha dan perizinan sesuai regulasi yang berlaku.
Keamanan Pangan Tingkatkan Daya Saing Produk Lokal
Menurut Yogi, KWT dan UMKM memiliki kontribusi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Karena itu, peningkatan kapasitas pelaku usaha di bidang keamanan pangan menjadi langkah penting untuk menghasilkan produk yang tidak hanya laku di pasaran, tetapi juga memenuhi standar perlindungan konsumen.
"Kelompok wanita tani dan UMKM memiliki peran strategis dalam pengembangan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, pemahaman terhadap standar mutu dan keamanan pangan menjadi sangat penting agar produk yang dihasilkan tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memenuhi aspek keamanan dan kualitas yang dipersyaratkan,” ujar Yogi.
Ia menambahkan, penerapan standar keamanan pangan menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing produk daerah. Dengan kualitas yang terjamin, produk pangan lokal memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang di pasar yang lebih luas.
Kegiatan edukasi tersebut juga mendukung program pemberdayaan masyarakat yang terus didorong Badan POM RI. Pendampingan kepada pelaku usaha dinilai menjadi salah satu strategi untuk memastikan produk pangan yang beredar memenuhi ketentuan keamanan, mutu, dan manfaat bagi konsumen.
Selama sesi diskusi, peserta aktif menyampaikan berbagai pertanyaan terkait praktik sanitasi, pengolahan pangan yang baik, proses perizinan, hingga cara menjaga kualitas produk secara berkelanjutan. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan informasi di kalangan pelaku usaha pangan skala kecil dan menengah.
Melalui kolaborasi antara BBPOM di Mataram dan BRMP NTB, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan KWT dan UMKM dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal. Pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan mampu diterapkan secara langsung sehingga produk pangan yang dihasilkan semakin aman, berkualitas, dan kompetitif di pasar regional maupun nasional.
Edukasi tersebut diharapkan mendorong semakin banyak produk pangan lokal NTB yang memenuhi standar keamanan dan legalitas sehingga mampu menembus pasar yang lebih luas serta meningkatkan pendapatan pelaku usaha.
Penulis: Hadi
Editor: Redaksi Lombokepo
Penerbit: PT Digital Lombok Media
Posting Komentar