Koalisi Pemuda NTB Desak Pimpinan Bulog Mundur
Koordinator Umum Koalisi Pemuda NTB, Renggo, menyampaikan tiga tuntutan saat aksi unjuk rasa di depan Kantor Perum Bulog Kanwil NTB di Mataram, Jumat (26/6/2026).
MATARAM (Lombokepo) – Sejumlah massa yang mengatasnamakan Koalisi Pemuda NTB menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Wilayah Perum Bulog NTB, Jumat (26/6/2026). Mereka mendesak pimpinan Bulog NTB mundur sebagai bentuk tanggung jawab atas munculnya dugaan pengoplosan Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Barat.
Baca Juga: Satu Tahun Iqbal – Dinda Pacu Ketahanan Pangan
Aksi dimulai sekitar pukul 15.00 WITA. Massa menyampaikan orasi dan tuntutan di depan Kantor Perum Bulog Kanwil NTB di Jalan Langko Nomor 110, Kota Mataram, dengan pengamanan dari personel kepolisian.
Koordinator Umum Koalisi Pemuda NTB, Renggo, mengatakan pihaknya membawa tiga tuntutan dalam aksi tersebut.
Tuntutan pertama adalah meminta Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil NTB, Mara Kamin Siregar, mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab moral atas munculnya dugaan kasus pengoplosan beras SPHP.
"Kami mendesak Kepala Bulog NTB mundur dari jabatannya sebagai tanggung jawab moral karena kami menilai telah terjadi kegagalan dan kelalaian dalam menjalankan tugas," ujar Renggo.
Kedua, pihaknya mendesak aparat penegak hukum mengaudit jajaran Bulog NTB untuk memastikan ada atau tidaknya keterlibatan pihak internal dalam dugaan praktik tersebut.
Tuntutan ketiga ditujukan kepada Direksi Perum Bulog agar mengevaluasi sekaligus mencopot pimpinan Bulog Kanwil NTB.
"Kami juga mendesak Direksi Perum Bulog Pusat mencopot Kepala Bulog Wilayah Nusa Tenggara Barat," tegas Renggo.
Massa mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu langsung dengan pimpinan Bulog NTB. Mereka berencana kembali menggelar aksi pada awal pekan depan apabila tuntutan tersebut belum mendapat tanggapan.
"Kami akan datang lagi hari Senin atau Selasa dengan tuntutan yang sama karena hari ini kami tidak ditemui pimpinan," katanya.
Bulog NTB: Pimpinan Sedang di Luar Daerah
Menanggapi aksi tersebut, Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil NTB, Rizal P. Sukmaadijaya, mengatakan pihaknya telah membuka kesempatan kepada massa untuk berdialog di dalam kantor. Namun, para pengunjuk rasa memilih menunggu kehadiran pimpinan wilayah yang saat itu sedang berada di luar NTB.

Wakil Pemimpin Perum Bulog Kanwil NTB, Rizal P. Sukmaadijaya, memberikan keterangan kepada wartawan terkait aksi unjuk rasa yang menyoroti dugaan pengoplosan beras SPHP.
"Kami sudah membuka pintu dan mempersilakan mereka masuk untuk berdialog. Tetapi mereka menginginkan bertemu langsung dengan pimpinan, sementara pimpinan sedang berada di luar NTB," ujarnya.
Rizal menegaskan dugaan pengoplosan beras SPHP di Lombok Barat maupun Lombok Timur tahun 2025 telah ditangani aparat penegak hukum. Menurut Rizal, hasil penelusuran internal sementara menunjukkan dugaan perbuatan tersebut dilakukan oleh oknum di luar struktur pegawai Bulog.
"Setelah kami dalami, dugaan itu dilakukan oleh mitra Bulog, kami tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan," katanya.
Rizal mengatakan tuntutan terkait pencopotan pimpinan akan mengikuti mekanisme yang berlaku di lingkungan Perum Bulog. Menurutnya, evaluasi terhadap pimpinan merupakan kewenangan Direksi Perum Bulog.
"Ada hirarki dan struktur organisasi. Semua memiliki mekanisme dan alurnya," ujarnya.
Hingga aksi berakhir, massa membubarkan diri dengan tertib di bawah pengamanan aparat kepolisian. Koalisi Pemuda NTB menyatakan akan kembali menggelar aksi pada Senin atau Selasa mendatang apabila tuntutan mereka belum direspons oleh pimpinan Perum Bulog Kanwil NTB.
Penulis: Hadi
Editor: Redaksi Lombokepo
Penerbit: PT Digital Lombok Media
Posting Komentar