Mengenal KEPO, Rubrik Baru Lombokepo

Daftar Isi
Ilustrasi rubrik KEPO Lombokepo tentang rasa ingin tahu dan cerita menarik di NTB

Ada banyak hal menarik di sekitar kita yang sering kali hanya lewat begitu saja. Sebuah nama yang tiba-tiba ramai dibicarakan, sebuah peristiwa yang mengundang perhatian, sosok tokoh yang punya cerita unik, hingga istilah yang mendadak viral di tengah masyarakat.

Di situlah KEPO hadir.

Baca Juga: Tokoh NTB: Dr. Buya Muhammad Subki Sasaki

Apa Arti KEPO?

Dalam penggunaan populer di Indonesia, KEPO kerap disebut sebagai singkatan dari Knowing Every Particular Object. Istilah ini kemudian berkembang dalam percakapan sehari-hari untuk menggambarkan seseorang yang memiliki rasa ingin tahu tinggi terhadap berbagai hal.

Orang yang disebut KEPO biasanya dianggap ingin mengetahui sesuatu secara lebih jauh. Mulai dari apa yang terjadi, siapa yang terlibat, bagaimana ceritanya, hingga alasan di balik sebuah peristiwa.

Meski terkadang digunakan dengan nada bercanda atau bernada negatif, rasa ingin tahu pada dasarnya merupakan bagian penting dari manusia. Dari rasa ingin tahu, seseorang terdorong untuk bertanya, mencari informasi, memeriksa fakta, dan memahami sesuatu dengan lebih baik.

Semangat itulah yang kemudian diadopsi Lombokepo dalam menghadirkan rubrik KEPO.

KEPO Versi Lombokepo

Di Lombokepo, KEPO bukan sekadar istilah yang berarti ingin tahu. KEPO menjadi cara untuk mengajak pembaca melihat lebih dekat sebuah cerita, mencari tahu latar belakangnya, dan memahami hal-hal yang mungkin belum banyak diketahui.

Lewat rubrik KEPO, Lombokepo mencoba menghadirkan informasi dengan pendekatan yang lebih ringan, dekat, dan menarik. Tidak selalu tentang peristiwa besar, tetapi bisa juga tentang sesuatu yang sedang menjadi perhatian masyarakat.

Apa yang sebenarnya terjadi? Siapa di baliknya? Mengapa hal itu menjadi perhatian? Dan apa yang perlu diketahui publik?

Pertanyaan-pertanyaan sederhana tersebut menjadi pintu masuk dalam setiap cerita KEPO.

Bukan Sekadar Ingin Tahu

Berbeda dengan berita langsung yang menempatkan fakta peristiwa sebagai fokus utama, KEPO memberikan ruang lebih luas untuk menggali sisi lain dari sebuah informasi. Pembaca diajak mengenal konteks, sosok, kebiasaan, fenomena, maupun cerita lokal yang mungkin luput dari perhatian.

KEPO bisa berbicara tentang banyak hal. Mulai dari sosok yang sedang diperbincangkan, tempat unik di NTB, tradisi lokal, fenomena sosial, istilah yang viral, UMKM menarik, hingga cerita di balik sebuah peristiwa.

Namun, rasa ingin tahu dalam KEPO tetap berpijak pada informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Gaya penulisannya boleh lebih santai, tetapi fakta tetap menjadi dasar.

Ketika Rasa Penasaran Menjadi Cerita

Bagi Lombokepo, KEPO menjadi bagian dari upaya menghadirkan jurnalisme yang tidak hanya memberi tahu apa yang terjadi, tetapi juga membantu pembaca memahami mengapa sesuatu menarik untuk diketahui.

Sebab, terkadang cerita yang paling menarik bukanlah yang paling besar.

Melainkan cerita yang membuat kita berhenti sejenak dan berkata:

“KEPO juga nih, sebenarnya ada apa?”

Dari rasa ingin tahu itulah sebuah cerita dimulai.

Melalui KEPO, Lombokepo ingin mengajak pembaca untuk tidak berhenti pada sekadar tahu. Tetapi juga mengenal, memahami, dan melihat sebuah cerita dari sisi yang lebih dekat.

KEPO – Karena setiap cerita punya sesuatu untuk diketahui.

Lombokepo
Lombokepo Lombokepo adalah media online Nusa Tenggara Barat yang menyajikan berita terkini seputar NTB, pemerintahan, peristiwa, sosial, ekonomi, dan pendidikan. Diterbitkan oleh PT. Digital Lombok Media.

Posting Komentar

📢 IKLAN DI SINI

Jangkau ribuan pembaca setiap hari di Lombokepo