BBPOM Mataram dan Pemkot Perketat Pengawasan Pangan Siap Saji Kekinian dan Pasar Tradisional
MATARAM — Maraknya peredaran pangan siap saji (PSS) kekinian dan aktivitas di pasar tradisional mendorong BBPOM Mataram memperkuat strategi pengawasan proaktif berbasis risiko. Hal ini disampaikan dalam Audiensi Penguatan Pengawasan Obat dan Makanan 2026 di Kantor Wali Kota Mataram.
Pendekatan Langsung ke Titik Risiko
Kepala BBPOM Mataram, Yogi Abaso Mataram, S.Si., Apt., menegaskan pengawasan tidak lagi bersifat pasif, melainkan menyasar titik-titik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
"Semakin menjamur peredaran PSS harus dipastikan keamanan dan higienitasnya. Ini langkah preventif untuk melindungi masyarakat dari risiko penyakit seperti diare dan keracunan," tegasnya pada 8 April 2026
Pasar Tradisional Jadi Fokus
Bersama Dinas Perdagangan, BBPOM Mataram menargetkan intervensi di Pasar Perumnas 2026. Tujuannya memastikan pasar memenuhi standar keamanan pangan sekaligus mendorong pencapaian setara atau lebih tinggi dibanding Pasar ACC Ampenan yang meraih juara regional 2025.
KKPA dan Komitmen Daerah
BBPOM mendorong Pemkot Mataram mengisi instrumen Kabupaten/Kota Pangan Aman (KKPA) sebagai indikator keseriusan daerah menjamin keamanan pangan dari PIRT, POSS, hingga pangan segar seperti PSAH, PSAT, dan PSAI.
Optimalisasi Dana Alokasi Khusus Non Fisik (DAK NF) Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) POM juga diarahkan untuk mendukung pengujian pangan intensif dan peningkatan kualitas pelaku usaha PIRT agar naik kelas menjadi produk berizin edar MD.
Komitmen Walikota Mataram
Walikota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana, S.Sos., M.H., menegaskan komitmen memperkuat sinergi lintas sektor. Pasar Induk Mandalika menjadi target intervensi berikutnya, meski kompleksitas aktivitas dan ragam komoditas memerlukan penataan bertahap, terutama dari sisi infrastruktur.
Pengawasan Berbasis Risiko dan Dampak Nyata
BBPOM Mataram menekankan pengawasan tidak hanya administratif, tetapi harus berdampak nyata—melindungi masyarakat dari pangan tidak aman dan menciptakan ekosistem usaha yang sehat, aman, dan berdaya saing.
Penulis: Hadi | Lombokepo
Editor: Tim Redaksi Lombokepo
Baca juga:

Posting Komentar