Densus 88 Edukasi Pencegahan Radikalisme di SMPN 1 Batu Layar

Daftar Isi
Sosialisasi pencegahan radikalisme dan ekstremisme oleh Densus 88 Satgaswil NTB di SMPN 1 Batu Layar Lombok Barat

Tim Satgaswil NTB Densus 88 AT Polri berfoto bersama siswa dan guru SMPN 1 Batu Layar usai sosialisasi wawasan kebangsaan dan edukasi pencegahan intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme (IRE) di Lombok Barat, Senin (18/5/2026).

LOMBOK BARAT, NTB – Tim Cegah Satgaswil NTB Densus 88 AT Polri menggelar sosialisasi pencegahan radikalisme, intoleransi, dan ekstremisme (IRE) bagi pelajar di SMP Negeri 1 Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, Senin (18/5/2026), sebagai upaya memperkuat wawasan kebangsaan dan literasi digital siswa.

Kegiatan yang berlangsung di lapangan SMPN 1 Batu Layar, Jalan Biduri, Senteluk, Kecamatan Batu Layar, ini diikuti sekitar 161 siswa kelas VII dan VIII, para guru, serta staf tata usaha sekolah.

Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya preventif dalam memperkuat wawasan kebangsaan di lingkungan pendidikan sekaligus meningkatkan literasi digital pelajar terhadap ancaman penyebaran paham radikal melalui media sosial dan platform digital.

Pelajar Jadi Sasaran Penyebaran Paham Radikal

Program edukasi pencegahan IRE di lingkungan sekolah menjadi salah satu langkah preventif yang terus diperkuat aparat bersama institusi pendidikan untuk mencegah penyebaran paham radikal sejak usia remaja.

Dalam sambutannya, Kepala SMPN 1 Batu Layar, Syamsuri, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan edukasi yang dinilai penting untuk membentengi generasi muda dari pengaruh negatif intoleransi dan radikalisme.

“Kami mengucapkan selamat datang kepada Tim Cegah Satgaswil NTB di sekolah kami untuk memberikan sosialisasi terkait pencegahan paham IRE. Saya berharap anak-anak dapat menyimak materi yang disampaikan dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Syamsuri.

Ia juga menegaskan pihak sekolah siap mendukung program pencegahan yang dilakukan aparat dan pemerintah demi menjaga lingkungan pendidikan tetap aman dan kondusif.

“Kehadiran Tim Cegah Satgaswil NTB sangat membantu dalam menyelamatkan anak-anak kami dari pemahaman radikal dan mendukung mereka menggapai cita-cita,” tambahnya.

Sementara itu, Tim Cegah Satgaswil NTB Densus 88 AT Polri menjelaskan bahwa generasi muda menjadi salah satu kelompok yang rentan terpapar paham intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme karena masih berada dalam fase pencarian jati diri.

“Perkembangan paham IRE saat ini tidak hanya melalui tatap muka, tetapi juga berkembang melalui media sosial dan game online. Karena itu adik-adik harus bijak menggunakan gadget dan menyaring informasi yang diterima,” jelas tim pemateri.

Bahaya Radikalisme Melalui Media Sosial dan Game Online

Dalam materi sosialisasi, tim memaparkan definisi intoleransi, radikalisme, ekstremisme, hingga proses terbentuknya tindakan terorisme. Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai dampak negatif bullying atau perundungan yang dapat menjadi pintu masuk munculnya sikap intoleran.

Tim turut menyoroti perkembangan penyebaran ideologi radikal melalui platform digital dan game online yang menyasar kalangan pelajar.

Beberapa contoh kasus yang pernah terjadi di lingkungan pendidikan di Indonesia turut disampaikan sebagai bentuk edukasi kewaspadaan dini terhadap pengaruh konten negatif di internet.

Selain itu, tim juga menyampaikan informasi mengenai Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 sebagai turunan PP Tunas Nomor 17 Tahun 2025 terkait pembatasan akses platform digital berisiko tinggi bagi anak di bawah usia 16 tahun.

Platform yang disebutkan antara lain TikTok, Instagram, Facebook, X/Twitter, Bigo Live, YouTube, Threads, hingga game online Roblox.

“Kami menghimbau adik-adik untuk menjauhi bullying, bijak menggunakan media sosial, serta memperbanyak kegiatan positif seperti organisasi, ekstrakurikuler, dan kegiatan remaja di lingkungan masing-masing,” ujar Tim Cegah Satgaswil NTB.

Perkuat Wawasan Kebangsaan di Lingkungan Sekolah

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab antara siswa dan tim pemateri. Para pelajar tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan hingga acara berakhir.

Sosialisasi edukasi pencegahan IRE di SMPN 1 Batu Layar diharapkan mampu memperkuat karakter kebangsaan, meningkatkan kesadaran digital, serta membangun lingkungan sekolah yang aman dari pengaruh intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme.

Melalui kegiatan ini, Satgaswil NTB berharap para pelajar mampu menjadi generasi yang cerdas bermedia digital, menjunjung nilai toleransi, serta aktif menjaga persatuan dan keutuhan bangsa di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi digital.

Edukasi sejak dini dinilai penting untuk membangun generasi muda yang toleran, kritis terhadap informasi digital, dan mampu menjaga persatuan bangsa.

Penulis: Hadi | Lombokepo
Editor: Tim Redaksi Lombokepo

Lombokepo
Lombokepo Lombokepo – Media Online Nusa Tenggara Barat

Posting Komentar

Info Redaksi: Lombokepo menerima kiriman artikel dan rilis berita kerja sama. Naskah akan dikurasi secara profesional oleh tim redaksi kami guna memenuhi standar kualitas konten digital dan kenyamanan pembaca. Hubungi redaksi untuk kemitraan publikasi.