Pemprov NTB Dorong Literasi Energi Berbasis Konten Lokal
Komdigi bersama Pemprov NTB menggelar Bimtek pengelolaan informasi publik untuk memperkuat literasi energi nasional melalui konten lokal dan transformasi digital di Mataram.
Bimtek Komdigi dan Pemprov NTB di Mataram Dorong Komunikasi Publik Strategis
MATARAM, NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Komdigi memperkuat literasi energi nasional melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) pengelolaan informasi publik berbasis konten lokal dan transformasi digital di Mataram.
Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengelola informasi publik dalam menghadapi tantangan komunikasi era digital, khususnya dalam mendukung literasi ketahanan energi nasional yang semakin kompleks.
Komunikasi Publik sebagai Instrumen Perubahan Perilaku Masyarakat
Kepala Dinas Kominfotik NTB, Dr. Ahsanul Khalik, menegaskan bahwa komunikasi publik kini tidak lagi sekadar menyampaikan informasi, melainkan menjadi instrumen strategis dalam membentuk persepsi, sikap, dan perilaku masyarakat.
Baca juga:
Komdigi Batasi Medsos 16+, NTB Dukung Perlindungan Anak
Menurutnya, kekuatan konten berada pada kemampuannya menggeser cara pandang publik terhadap energi—dari sekadar kebutuhan konsumsi menjadi kesadaran kolektif dan tanggung jawab sosial.
“Informasi hari ini membentuk persepsi, dan persepsi membentuk perilaku. Karena itu, konten yang kita produksi harus mampu mengubah cara masyarakat memandang energi dari sekadar konsumsi menjadi tanggung jawab,” ujarnya.
Tiga Tahap Kunci Komunikasi Publik Efektif
Ahsanul menjelaskan bahwa komunikasi publik yang efektif harus melewati tiga tahap utama, yaitu:
1. Membangun Kesadaran
Memberikan pemahaman dasar kepada masyarakat tentang isu energi dan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.
2. Membentuk Sikap
Mendorong masyarakat memiliki kepedulian dan perspektif positif terhadap pengelolaan energi berkelanjutan.
3. Mendorong Perubahan Perilaku
Menggerakkan tindakan nyata seperti penghematan energi dan pemanfaatan energi terbarukan di tingkat rumah tangga hingga desa.
"Jika konten hanya berhenti pada penyampaian informasi, kita baru di tahap pertama. Namun jika mampu menyentuh nilai dan kepentingan masyarakat, maka kita masuk pada perubahan perilaku," katanya.
Desa Berdaya sebagai Motor Literasi Energi Berbasis Lokal
Melalui program unggulan Desa Berdaya, Pemprov NTB menempatkan desa sebagai aktor utama dalam ekosistem literasi energi. Desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek yang memproduksi narasi dan edukasi publik.
Baca juga:
Keamanan SPBE Jadi Fondasi Digital, Wagub NTB Tekankan Audit & Integrasi
Model ini dinilai strategis karena mampu mengintegrasikan potensi lokal dengan kebutuhan transisi energi nasional, terutama di wilayah kepulauan yang memiliki karakteristik geografis unik.
Konten Lokal sebagai Kekuatan Strategis
Konten berbasis lokal dinilai lebih efektif dalam menjangkau masyarakat karena relevan dengan kondisi sosial, budaya, dan kebutuhan nyata di lapangan. Pendekatan ini memperkuat pesan bahwa ketahanan energi adalah gerakan bersama, bukan semata program pemerintah.
Transformasi Digital Pengelolaan Informasi Publik
Direktur Informasi Publik Ditjen Komunikasi Publik dan Media Komdigi, Dr. Nursodik Gunarjo, menegaskan bahwa transformasi digital menjadi fondasi penting dalam memperkuat komunikasi kebijakan publik.
Di era digital, pengelolaan informasi dituntut tidak hanya cepat, tetapi juga akurat, transparan, dan mudah dipahami oleh masyarakat luas.
“Ketahanan energi sebagai agenda prioritas nasional membutuhkan komunikasi publik yang kuat, terstruktur, dan berbasis digital,” ujarnya.
Kolaborasi Lintas Lembaga dan Penguatan Ekosistem Informasi
Bimtek ini turut menghadirkan narasumber dari Dewan Energi Nasional, LKPP RI, Komisi Informasi NTB, akademisi Universitas Padjadjaran, serta perwakilan Dinas Kominfo kabupaten/kota se-NTB.
Kolaborasi ini mencerminkan pendekatan pentahelix dalam memperkuat ekosistem komunikasi publik yang adaptif terhadap tantangan energi masa depan.
Menuju Ekosistem Literasi Energi yang Berkelanjutan
Melalui kegiatan ini, diharapkan aparatur pengelola informasi publik di pusat dan daerah mampu menjadi garda terdepan dalam menyampaikan narasi pembangunan, sekaligus membangun budaya sadar energi yang berkelanjutan di tengah masyarakat.
Kesimpulan
Penguatan literasi energi di NTB melalui pendekatan konten lokal menunjukkan bahwa komunikasi publik kini menjadi instrumen strategis dalam mendukung transformasi energi nasional berbasis partisipasi masyarakat.
Penulis: Hadi | Lombokepo
Editor: Tim Redaksi Lombokepo
Posting Komentar