AI Masuk Posyandu, NTB Perkuat Deteksi Dini Kesehatan Ibu dan Anak

Sinta M. Iqbal meninjau implementasi AI di Posyandu Cempaka 2 Lombok Barat untuk memperkuat pendataan dan deteksi dini kesehatan ibu hamil, anak, serta pencegahan stunting di NTB.
LOMBOK BARAT (Lombokepo) – Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai diperkenalkan dalam layanan kesehatan masyarakat di Nusa Tenggara Barat. Inovasi ini diharapkan mampu membantu kader Posyandu dalam mengelola data kesehatan sekaligus mendukung deteksi dini berbagai risiko pada ibu hamil dan anak.
Penerapan teknologi AI di Posyandu NTB tersebut merupakan bagian dari program kolaborasi riset Indonesia–Australia melalui Koneksi AI in Healthcare yang saat ini mulai diuji di Posyandu Cempaka 2, Dusun Tempit, Desa Mekarsari, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.
Baca Juga: Indeks Kesehatan Desa NTB Disiapkan, Program Stunting dan Kawasan Tanpa Rokok Diperkuat
AI Bantu Pendataan Kesehatan di Posyandu
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, yang hadir dalam kegiatan tersebut menilai pemanfaatan AI dapat menjadi solusi untuk meringankan beban administrasi kader kesehatan yang selama ini harus melakukan pendataan secara manual.
Menurutnya, kehadiran teknologi digital tidak hanya berfungsi mempercepat proses pencatatan, tetapi juga berpotensi meningkatkan kualitas data kesehatan yang menjadi dasar berbagai program pemerintah.
"Harapannya, data yang diperoleh menjadi lebih cepat, lebih akurat, dan memudahkan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.
Deteksi Dini Risiko Ibu Hamil dan Anak
Sinta menambahkan, pengembangan teknologi AI sebaiknya tidak berhenti pada proses pengumpulan data. Ia berharap sistem tersebut dapat berkembang menjadi alat bantu untuk mengidentifikasi risiko kesehatan sejak dini, khususnya pada ibu hamil yang membutuhkan pemantauan lebih intensif.
Dengan kemampuan analisis yang lebih cepat, potensi komplikasi kehamilan diharapkan dapat diketahui lebih awal sehingga langkah penanganan dapat segera dilakukan.
Selain itu, ia mendorong agar hasil pengembangan teknologi yang saat ini diterapkan di Desa Mekarsari dapat diperluas ke wilayah lain di NTB, termasuk Pulau Sumbawa, agar manfaatnya dirasakan lebih banyak masyarakat.
Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Barat, Nurul Adha, menilai digitalisasi sektor kesehatan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, ketersediaan data yang akurat akan membantu pemerintah menyusun kebijakan yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Baca Juga: NTB: Stunting Turun 12,88% dan CKG Jangkau 2,6 Juta Warga
Ia menegaskan bahwa upaya deteksi dini terhadap kehamilan berisiko dan masalah kesehatan anak memiliki peran besar dalam menekan angka kematian ibu dan bayi sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting.
"Semakin cepat faktor risiko ditemukan, semakin besar peluang untuk melakukan intervensi yang tepat," katanya.
Kolaborasi Indonesia-Australia di NTB
Program Koneksi AI in Healthcare sendiri merupakan kerja sama Indonesia dan Australia yang berfokus pada pemanfaatan teknologi untuk memperkuat layanan kesehatan primer. Selain mengembangkan sistem berbasis AI, program ini juga bertujuan meningkatkan kualitas data kesehatan agar proses pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih presisi dan berbasis bukti.
Pemerintah Provinsi NTB berharap inovasi ini dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak. Dukungan teknologi, kolaborasi lintas sektor, serta peran aktif kader Posyandu di tingkat desa diyakini akan memperkuat upaya menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas di masa mendatang.
Penulis: Hadi
Editor: Redaksi Lombokepo
Penerbit: PT Digital Lombok Media
Posting Komentar