BBPOM Mataram Gembleng 100 Santri Darul Iman Jadi 'Polisi' Obat dan Makanan

Daftar Isi
Narasumber BBPOM Mataram memberikan edukasi keamanan obat dan makanan kepada 100 santri Pramuka di Ponpes Darul Iman Bentek.

LOMBOKEPO, LOMBOK UTARA – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram terus memperkuat peran generasi muda dalam pengawasan obat dan makanan secara mandiri. Langkah strategis ini diwujudkan melalui pengenalan Satuan Karya Pramuka Pengawas Obat dan Makanan (SAKA POM) di Pondok Pesantren Darul Iman Bentek, Menggala, Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, pada Rabu (22/4/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh sedikitnya 100 peserta dari golongan Pramuka Penegak dan Penggalang. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman para santri mengenai pentingnya memilih produk obat dan makanan yang aman, bermutu, dan bermanfaat.

Tiga Krida Utama SAKA POM

Kak Yanti, narasumber dari BBPOM Mataram, memaparkan materi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang mendalam. Fokus utama materi meliputi pengawasan mandiri terhadap kosmetik, obat bahan alam, suplemen kesehatan, hingga pangan olahan.

Dalam kesempatan tersebut, para peserta diperkenalkan pada tiga pilar pembinaan dalam SAKA POM:

  • Krida Pemantauan Obat dan Makanan: Melatih kecakapan dalam memantau produk di pasar atau lingkungan sekitar.
  • Krida Pengujian Sederhana: Memberikan keterampilan teknik uji cepat terhadap bahan berbahaya pada pangan.
  • Krida Pemberi Informasi: Membentuk kader yang mampu mengedukasi masyarakat luas secara akurat.
Edukasi Penting: Cek KLIK Sebelum Membeli!

BBPOM Mataram senantiasa mengingatkan masyarakat untuk menerapkan langkah sederhana Cek KLIK: Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa agar terhindar dari produk yang berisiko bagi kesehatan.

Mencetak Agen Edukasi di Lingkungan Pesantren

Melalui keterlibatan aktif santri dalam SAKA POM, diharapkan mereka mampu menjadi konsumen yang cerdas dan mampu melindungi diri serta keluarga. “Adik-adik Pramuka yang berminat akan mempelajari krida tersebut dengan syarat kecakapan khusus. Setelah lulus, mereka dapat berkontribusi nyata membantu BPOM dalam pengawasan di lingkungan masing-masing,” ujar Kak Yanti dalam keterangannya kepada media pada Jumat (24/4/2026).

BBPOM di Mataram berharap semangat kolaborasi ini menjadikan generasi muda sebagai garda terdepan dalam mewujudkan masyarakat NTB yang sehat dan terlindungi dari peredaran obat serta makanan ilegal maupun berbahaya.

BBaca juga:

Penulis: Hadi | Lombokepo
Editor: Tim Redaksi Lombokepo

Lombokepo
Lombokepo Lombokepo – Media Online Nusa Tenggara Barat

Posting Komentar

Info Redaksi: Lombokepo menerima kiriman artikel dan rilis berita kerja sama. Naskah akan dikurasi secara profesional oleh tim redaksi kami guna memenuhi standar kualitas konten digital dan kenyamanan pembaca. Hubungi redaksi untuk kemitraan publikasi.