Kolaborasi ABG BPOM Mataram: Kampus, Pemerintah, dan UMK Bersatu Wujudkan Pangan Aman

Daftar Isi
Mahasiswa peserta program SAPA Kampus BPOM Mataram bersama pejabat Balai Besar POM di Mataram

MATARAM – Upaya memperkuat keamanan pangan bagi masyarakat terus dilakukan. Salah satunya melalui kolaborasi kampus, pemerintah, dan pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) yang digagas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui Balai Besar POM di Mataram.

Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menegaskan pentingnya kolaborasi Academia, Business, dan Government (ABG) sebagai pendekatan strategis dalam memperkuat sistem pengawasan obat dan makanan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurutnya, pendekatan kolaboratif tersebut menjadi strategi penting dalam mengintegrasikan peran perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemerintah untuk membangun sistem pengawasan yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan.

“Melalui konsep kolaborasi ABG, Badan POM ingin membentuk ikatan yang kuat antara dunia akademik, pelaku usaha, dan pemerintah dalam mendukung penguatan ekonomi sekaligus memastikan keamanan produk obat dan makanan,” ujarnya.

Perkuat Sinergi Lewat Program SAPA Kampus

Sebagai bagian dari implementasi konsep tersebut, Balai Besar POM di Mataram menggelar kegiatan Pembekalan Magang Program SAPA Kampus Berdampak Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Batch 8 Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Balai Besar POM di Mataram, Kamis (2/4/2026).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Balai Besar POM di Mataram, Yogi Abaso, dan menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik, pemerintah, serta pelaku usaha mikro dan kecil (UMK).

Program ini juga hadir sebagai respons terhadap berbagai tantangan di sektor pangan olahan, seperti masih rendahnya literasi keamanan pangan serta belum optimalnya penerapan standar Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB).

Cetak Fasilitator Keamanan Pangan

Sejak diinisiasi pada tahun 2021, program SAPA Kampus telah menunjukkan dampak nyata melalui lahirnya fasilitator keamanan pangan yang kompeten serta keterlibatan mahasiswa dalam pendampingan pelaku UMK.

Di Kota Mataram, program ini juga dinilai berkontribusi dalam mendorong penerbitan Sertifikat Izin Penerapan CPPOB serta Nomor Izin Edar bagi produk pangan olahan UMK.

Pada pelaksanaan Batch 8 tahun 2026, sebanyak 12 mahasiswa terpilih akan mengikuti pembekalan sebelum menjalani praktik lapangan. Mereka diharapkan menjadi agen perubahan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kemampuan praktis dalam mendukung terwujudnya pangan yang aman, bermutu, dan berdaya saing.

Penandatanganan Pakta Integritas

Sebagai bentuk komitmen terhadap integritas dan profesionalisme, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan pakta integritas antara Kepala Balai Besar POM di Mataram dengan seluruh mahasiswa peserta program.

Penandatanganan tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk menjalankan program secara bertanggung jawab, menjunjung tinggi nilai kejujuran, serta memastikan setiap proses pendampingan berjalan sesuai prinsip keamanan pangan, mutu produk, dan kepatuhan terhadap regulasi.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan penguatan ekosistem keamanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan peran aktif perguruan tinggi dan pelaku usaha dalam menciptakan produk pangan yang aman bagi masyarakat.


Penulis: Hadi | Lombokepo
Editor: Tim Redaksi Lombokepo

Berita terkait:

Lombokepo
Lombokepo Lombokepo – Media Online Nusa Tenggara Barat

Posting Komentar