Tragedi Keracunan MBG di Pringgasela: Korban Bertambah Menjadi 35 Orang, Satgas Perketat Pengawasan

LOMBOKEPO, LOMBOK TIMUR - Kasus dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan Badan Gizi Nasional (BGN). Fokus utama saat ini adalah memastikan pemulihan total para siswa dan mengidentifikasi penyebab pasti melalui jalur klinis.
Update Kondisi Korban: 28 Siswa Diizinkan Pulang
Hingga saat ini, data menunjukkan eskalasi jumlah korban namun dibarengi dengan penanganan medis yang responsif. Kerja sama antara Satgas MBG dan Puskesmas setempat memastikan sebagian besar korban telah melewati masa kritis.
”Ya total penderita sampai saat ini 35 orang dan 28 orang sudah dipulangkan karena kondisi kesehatannya sudah membaik. Sedangkan yang 7 orang masih dirawat dengan intensif,” kata Ketua Satgas BGN Lombok Timur H.Ahyan sebagaimana diterima media Lombokepo pada Minggu (26/04/2026).
Kehadiran Satgas BGN di lapangan bertujuan untuk memantau langsung proses pemulihan serta memberikan dukungan moral bagi keluarga siswa yang terdampak.
Investigasi Laboratorium: Menanti Hasil Uji BBPOM
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui Dinas Kesehatan bergerak cepat untuk mengamankan barang bukti berupa sampel makanan. Langkah ini diambil untuk menghindari spekulasi liar di masyarakat dan memastikan basis data yang akurat mengenai penyebab gejala mual yang dialami para siswa.
Prosedur Pengujian Sampel
Kepala Dinas Kesehatan Lotim, H. Lalu Aries Fahrozi, menegaskan bahwa proses pengujian sedang berlangsung di tingkat provinsi.
“Sampel makanan sudah dikirim ke BBPOM dan hasilnya kita tunggu sekitar satu atau dua Minggu kedepan,” ungkap H.L.Aries Fahrozi.
Langkah Strategis Satgas: Audit Menyeluruh Jalur Distribusi
Menanggapi insiden yang masuk kategori kejadian menonjol ini, Satgas MBG Provinsi NTB telah melakukan koordinasi tingkat tinggi. Evaluasi tidak hanya berhenti pada makanan jadi, namun mencakup seluruh ekosistem penyediaan program MBG.
Ketua Satgas MBG NTB, Pathul Gani, menekankan pentingnya akuntabilitas dalam setiap tahapan program:
“Karena ini masuk kejadian menonjol, saat ini masih proses cek sampel makanan untuk memastikan penyebab gejala mual pada penerima manfaat,” katanya.
Komitmen Pengawasan Berlapis
Pihak berwenang akan menelusuri rantai pasok secara detail, yang meliputi:
- Sumber Bahan Baku: Memastikan kualitas bahan mentah dari pemasok.
- Proses Pengolahan: Audit standar higienitas di dapur produksi.
- Distribusi: Memantau ketepatan waktu dan suhu penyimpanan selama perjalanan menuju penerima manfaat.
Investigasi ini diharapkan menjadi bahan evaluasi total agar program Makan Bergizi Gratis di masa depan dapat berjalan dengan jaminan keamanan pangan yang lebih ketat.
Baca juga:
- Pemprov NTB Perketat Pengawasan SPPG, 763 Dapur MBG Wajib Penuhi Standar Higiene
- BBPOM Mataram dan Dinas Kesehatan Lombok Tengah Telusuri Laporan Roti Kukus Berulat pada Program MBG
- Breaking News: Kebakaran Gedung SPPG di Mataram, Enam Unit Damkar Dikerahkan, Tidak Ada Korban Jiwa
Penulis: Hadi | Lombokepo
Editor: Tim Redaksi Lombokepo
Posting Komentar