51 Korban Keracunan MBG di Pringgasela, Polda NTB Pastikan Penanganan Maksimal

Daftar Isi
Personel Polda NTB mengecek kondisi korban dugaan keracunan MBG yang dirawat di Puskesmas Pengadangan, Pringgasela, Lombok Timur.

LOMBOKEPO, LOMBOK TIMUR — Kasus dugaan keracunan makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) NTB di wilayah Pringgasela, Lombok Timur, mendapat perhatian serius dari Polda NTB. Aparat kepolisian turun langsung memantau penanganan korban sekaligus menelusuri penyebab insiden yang menimpa puluhan siswa tersebut.

Hingga Sabtu (25/4/2026) pagi, jumlah korban keracunan MBG NTB bertambah dari 35 orang menjadi 51 orang. Mayoritas korban merupakan siswa sekolah dasar yang sebelumnya menerima distribusi makanan dari dapur penyedia program MBG di Jurit Baru, Pringgasela, Lombok Timur, NTB.

Polisi Cek Kondisi Korban MBG

Personel Polsek Pringgasela bersama jajaran Intelkam mendatangi Puskesmas Pengadangan untuk memastikan kondisi para korban. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat Polda NTB terhadap insiden keracunan yang menjadi perhatian masyarakat.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, mengatakan pihaknya langsung bergerak begitu menerima laporan dari lapangan.

"Begitu laporan masuk, anggota langsung melakukan monitoring ke fasilitas kesehatan, mendata korban, serta memastikan seluruh siswa dan warga terdampak mendapat penanganan cepat," ujarnya diterima redaksi Lombokepo pada Senin (27/04/2026).

Korban Rawat Inap Masih Dipantau

Dari total 51 korban, sebagian besar telah diperbolehkan pulang setelah menjalani observasi medis. Namun tujuh orang masih menjalani perawatan intensif, terdiri dari lima siswa, satu warga umum, dan satu ibu hamil.

Tenaga medis terus memantau gejala yang dialami korban seperti mual, muntah, pusing, dan lemas. Penanganan korban dilakukan secara terpadu bersama pihak kesehatan, sekolah, dan aparat keamanan.

"Total yang masih dirawat inap saat ini tujuh orang. Terdiri dari lima siswa, satu masyarakat umum, dan satu ibu hamil. Sedangkan korban lain sudah diperbolehkan pulang dengan rawat jalan," katanya.

Polda NTB Selidiki Distribusi Makanan MBG

Selain fokus pada keselamatan korban, Polda NTB serta pihak terkait juga mulai mendalami proses penyajian dan distribusi makanan dalam program MBG NTB. Polisi mengecek dapur penyedia makanan serta pihak yang bertanggung jawab atas distribusi menu ke sekolah-sekolah.

"Kami bersama instansi terkait masih melakukan pendalaman, termasuk mengecek proses penyajian makanan, distribusi, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab pada dapur MBG tersebut," tegas Kombes Kholid.

Insiden ini menjadi evaluasi penting bagi pelaksanaan MBG NTB agar program peningkatan gizi siswa tetap berjalan aman, sehat, dan sesuai standar keamanan pangan.


Baca juga:

Penulis: Hadi | Lombokepo
Editor: Tim Redaksi Lombokepo

Lombokepo
Lombokepo Lombokepo – Media Online Nusa Tenggara Barat

Posting Komentar

Info Redaksi: Lombokepo menerima kiriman artikel dan rilis berita kerja sama. Naskah akan dikurasi secara profesional oleh tim redaksi kami guna memenuhi standar kualitas konten digital dan kenyamanan pembaca. Hubungi redaksi untuk kemitraan publikasi.